Perawatan
Alat Topangan Jantung Mekanik I.02072
Definisi
Mengidentrfikasi
dan merawat pasien yang terpasang perangkat mekanis untuk menunjang fungsi
jantung dan sirkulasi.
Tindakan
Observasi
Monitor kekuatan nadi, warna kulit, pengsisian kapiler dan suhu pada area
perifer
Monitor adanya nyen pada ekstremitas bawah
Monitor adanya bengkak pada eksternitas bawah
Monitor inflasi dan deftesi IABP (intraaortic ballan pump)
Monitor keoptmalan tingkat augmentasi diastokk
Terapeutik
Pertahankan kadar antikoagulan sesuai dosis yang dianjurkan
Lakukan latihan rentang gerak pergelangan kaki (fteksi dan ekstensi) setiap 1 -
2 jam
Pertahankan posisi telentang dengan kepala tempat dur maksimal 15” «
Pertahankan ekstremitas yang terkanulasi tetap dalam posisi lurus
Pertahankan volume balon untuk memastikan augmentasi diatotik tetap optimal
Gunakan restrain yang lembut pada ekstemitas yang terkanutasi, jika perlu
Pastikan balon intra aorta terisi ulang sebap 1 - 2 jam, atau sesuai bpe mesin
Minimalkan kebisingan dalam ruangan
Libatkan pasien dalam pengambilan keputusan terkait perawatan dirinya, jika
memungkinkan
Edukasi
Informasikan tanggal dan waktu serta orientasikan pasien secara rutin
Anjurkan menghindari gerakan fleksi paha
Anjurkan keluarga mengekspresikan perasaan dan stress emsional yang dirasakan
Anjurkan harapan yang realistis pada keluarga terhadap perkembangan kondisi
pasien
Perawatan
Amputasi 1.14557
Definisi
Meningkatkan
penyembuhan fisik dan psikologis sebelum dan sesudah amputasi bagian tubuh.
Tindakan
Observasi
Monitor adanya edema pada stwnp
Monitor nyen phantom pada tungkai (mis. rasa terbakar, kram, berdenyut, rasa
remuk, atau kesemutan)
Monitor prostesis secara teratur (mis. stabilitas, kemudahan pergerakan,
efisiensi energi, tampilan saat berjalan)
Monitor penyembuhan luka pada area insisi
Monitor masalah psikologis (mis depresi, kecemasan)
Identifikasi modifikasi gaya hidup dan alat bantu yang diperlukan (mis. rumah
dan mobil)
Identifikasi modifikasi dalam pakaian, sesuai kebutuhan
Terapeutik
Motivasi berpartisipasi dalam memutuskan amputasi. jika memungkinkan
Fasilitasi penggunaan matras/kasur pengurang tekanan
Posisikan siump (puntung/yung bagian yang amputasi) pada kesejajaran tubuh yang
Tempatkan stump bawah lutut (balow-the-knee) dalam posisi ekstensi
Hindan meletakkan stwnp pada posisi menggantung untuk menurunkan edema dan
stasis vaskuler Hindari mengganti balutan stump segera setelah operasi selama
tidak ada rembesan atau tanda infeksi.
Balut stump sesuai kebutuhan
Buat stump agar berbentuk kerucut melalui pembalutan (wrapping) agar sesuai
prostesis
Lakukan pereda nyeri non faramologis (mus. TENS, phonophoresis, pernyatan),
sesuar kebutuhan
Fasilitasi nenghadapi proses berduka karena kehilangan bagian tubuh
Motivasi merawat stump secara mandiri
Diskusikan tujuan jangka panjang program rehabilitas (mis.berjalan tanpa alat pendukung)
Edukasi
Jelaskan bahwa nyeri phantom dapat terjadi beberapa minggu setelah pembedahan
dan dapat dipicu oleh tekanan pada area lain
Anjurkan menghindari duduk dalam waktu tama
Ajarkan latihan pascaoperasi (mus. latihan rentang gerak, latihan napas, dan
rrinng karikanan) Ajarkan perawatan diri setelah pulang dari numah sakit
Ajarkan tanda dan gejala untuk dilaporkan ke fasiitas layanan kesehatan (mis.
sakit kronis, kerusakan kulit. kesemutan, denyut nadi bdak teraba, suhu kukt
yang dingin)
Ajarkan merawat dan menggunakan prosthesis
Kolaborasi
Rujuk ke layanan spesialis untuk modifikasi atau perawatan komplikasi
prosthesis
Perawatan
Area Insisi 1.14558
Definisi
Mengidentifikasi
dan meningkatkan penyembuhan luka yang ditutup dengan Jahitan. kip. atau
staples.
Tindakan
Observasi
Periksa lokasi insisi adanya kemerahan, bengkak, atau tanda-tanda dehisen atau
eviserasi
Identifikasi karakteristik drainase
Monitor proses penyembuhan area insisi
Monitor tanda dan gejala infeksi Terapeutik
Bersihkan area insisi dengan pembersih yang tepat
Usap area insisi dan area yang bersih menuju area yang kurang bersih
Bersihkan area di sekitar tempat pembuangan atau tabung drainase
Pertahankan posisi tabung drainase
Berikan salep antiseptik. jika perlu
Ganti balutan luka sesuai jadwal
Edukasi
Jelaskan prosedur kepada pasien, dengan menggunakan alat bantu
Ajarkan mem'nimaikan tekanan pada tempat insisi
Ajarkan cara merawat area insisi
Perawatan
bayi l.10338
Definisi
Mengindentifikasi
dan merawat kesehatan bayi
Tindakan
Observasi
-
Monitor tanda – tanda vital bayi ( terutama suhu 36,5 c,37,5c)
Terapetik
-
Memandikan bayi dengan suhu 21-24 c
-
Memandikanbayi dalam waktu 5-10 menit dan 2 kali dalam sehari
-
Rawat tali pusat secara terbuka ( tali pusat tidak di bungkus apapun)
-
Bersihkan pangkal tali pusat lidi kapas yang telah di beri air matang
-
Kenakan popok bayi di bawah umbilikus jika tali pusat belum terlepas
-
Lakukan pemijatan bayi
-
Ganti popok bayi jika basah
-
Kenakan pakaian bayi dari bawah katun
Edukasi
Anjurkan
ibu menyusui sesuai kebutuhan bayi
-
Anjurkan ibu cara merawat bayi dirumah
-
Anjurkan cara pemberian makanan pendamping asi pad bayi >6 bulan
PERAWATAN
DIALISIS I.03131
Definisi
Mengindentifikasi
dan merawat pasien yang akan memilih terapi dialisis sebagai pilihan penanganan
gagal ginjal
Tindakan
Observasi
-
Identifikasi gejala – gejala dan tanda-tanda dialisis ( mis.pemeriksaan fisik,
laboratorium, pemeriksaan penunjang lainnya)
Teraeutik
-
Diskusikan tentang pilihan terapi dialisis ( hemodialisis,peritoneal dialisis)
-
Berikan kesempatan dan waktu untuk memutuskan pilihan terapi dialisis
-
Dampingi pasien dan keluarga dalam proses pengambilan keputusan
-
Siapkan psikis dan fisik pasien yang akan dilakukan dialisis
-
Monitor keefektifan terapi dialisis
-
Catat perkembangan pasien
Edukasi
-
Jelaskan kekurangan dan kelebihan masing-masing terapi dialisis
PERAWATAN
EMBOLI PARU l.02074
DEFINISI
Mengindentifikasi
dan mengelola pasien yang mengalami oklusi sirklusi pulmonal
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Monitor perubahan status respirasi dan kardovaskuler (mis.
Mengi,hemoptisis,dispnea,takipnea,takikardi,sinkop)
-
Monitor nyeri dada,bahu,punggung atau nyeri pleura (mis,
intensitas,lokasi,radiasi,durasi dan faktor yang memperberat dan mengurangi)
-
Monitor gejala oksigenasi jaringan yang tidak adekuat (mis,
pucat,sianosis,CRT,melambat)
-
Monitor bayi napas tambahan
-
Monitor tanda dan gejala gagal napas (mis. Pa02 rndah,paC02 meningkat,kelelahan
otot pernapasan)
-
Monitor efek samping antikoagula
TERAPEUTIK
-
Pasangkan kaus kaki elastis,jika perlu
-
Pasangkan kaus kaki kompresi pneumatik intermiten selama 15-20 menit setiap 8
jam
-
Hindari akses intravena antekubiti
-
Lakukan rentang gerak aktif atau pasif
-
Ubah posisi setiap 2 jam
EDUKASI
-
Jelaskan mekanisme terjadinya emboli paru
-
Ajarkan teknik napas dalam
-
Ajarkan pentingnya antikoagula selama 3 bulan
-
Ajarkan pencegahan tromboemboli berulang
-
Ajarkan menggerakan kaki fleksi dan ekstensi 10 kali setiap jam,jika perlu
KOLABORASI
-
Kolaborasi pemberi terapi trombolitik (mis. Treptokinase, urokinase, aktivase)
-
Kolaborasi pemberian antikoagula dosis rendah dan anti-platelet dosis tinggi
(mis.infark heparin,clopidogrel,warfarin,aspirin,dipiridomal, desktran)
-
Kolaborasi pemeriksaan diagnostikuntuk menepis gejala penyakit yangserupa( mis.
Infark miokard akut, perikarditis,diseksi oarta,pmeumenia,pneumotoraks ulkus
peptikum,ruptur, gastiritis)
PERAWATAN
EMBOLI PERIFER I.02074
DEFINISI
Mengindentifikasi
dan mengelola pasien yang mengalami oklusi perifer
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Periksa sirkulasi perifer secara menyeluruh (mis. Pulsasi
perifer,edema,pengisian kapiler,warna,dan suhu ekstermitas)
-
Monitor nyeri pada area yang terkena
-
Monitor tanda –tanadapenurunan sirkulasi vena (mis. Peningaktan lingkar
ekstremitas, bengkak dan nyeri tekan, peningkatan nyeri pada posisi tergantung,
nyeri menetap saat pengerakan ekstremitas, vena teraba keras, pembesaran vena
superfisial, kram, merah danhangat, mati rasa dan kesemutan, perubahan warna
kulit,demam)
-
Monitor waktu prothrombin (PT) dan waktu tromboplastin parsial (PTT)
-
Monitor efek samping antikoagula
TERAPEUUTIK
-
Tinggikan daerahyang cidera 20 derajat di atas jantung
-
Gunakan kaki elastis
-
Gunakan kaus kaki kompersi pneumatik intermiten, jika perlu
-
Lepaskan kaus kaki elastis atau kompersi pneumatik intermiten selama 12-20
menit setiap 8 jam
-
Lakukan rentang gerakaktif atau pasif
-
Ubah posisi setiap 2 jam
-
Hindari akses intravena antekubiti
-
Hindari memijat atau mengompres otot yang cidera
EDUKASI
-
Jelaskan mekanisme terjadinya emboli perifer
-
Anjurkan tidak duduk menyilangkan kaki atau kaki dalam bentuk lama
-
Anjurkan menghindari manuver valsava
-
Anjurkan cara mencegah emboli perifer (mis. Jalan kaki, minum banyak
cairan,hindari alkohol, hindari imobilitas jangka panjang,kaki yang tergantung)
-
Ajarkan pentingnya antikoagula selama 3 bulan
KOLABORASI
-
Kolaborasi pemberian antioagulan
-
Kolaborasi pemberian prometazin dalam NaCI 0,9% 25-50 cc secara lambat dan
hindari pengenceran kurang dari 10cc
-
Kolaborasi pemberian antikoagulan dosis rendah dan anti –platelet dosis tinggi
( mis. Heparin, clopidogrel,warfarin,aspirin,dipiridamol,dekstran)
PERAWATAN
GIPS I.05181
DEFINISI
Mengindentifikasi
dan merawat pasien yang menjalani imobilisasi ekstermitas dengan gips
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Identifikasi perubahan sensasi atu peningkatan nyeri pada area fraktur
-
Monitor tanda – tanda infeksi (mis.gips berbau,,ertima,demam)
-
Monitor tanda – tanda gangguan sirkulasi atau fungsi neurologi (mis.
Nyeri,pucat,nadi tidak teraba,parestesi,paralisis [5P])
-
Monitor sirkulasi dan fungsi neurologis pada bagian proksimal dandistal dari
lokasi pemasangan gips
-
Monitor tanda – tanda drainase dari luka di bawah gips
-
Periksa retak atau kerusakan pada gips
TERAPEUTIK
-
Topang gips dengan bantal sampai gips kering
-
Bersihkan kulit sekitar area pemasangan dari sisa material gips
-
Atasi segara gangguan sirkulasi(mis. Reposisi gips, lakukan rentang gerak
ekstremitas, hilangkan akibat tekanan gips)
-
Posisikan gips pada bantal untuk mengurangi ketegangan
-
Tinggikan ekstermitas terpasang gips di atas level jantung
-
Gunakan arm slig untuk penopang, jika perlu
-
Berikan bantalan (Padding) pada tepi gips
-
Hindari meletakkan gips pada permukaanyang keras atau tajam selama masa
pengeringan
-
Hindari menekan gips salama masa pengeringan
-
Hindari gips menjadi basah ( mis. Gunakan pelindung yang sesuai saat mandi atau
kaus kaki atau sarung tangan pelindung)
KOLABORASI
-
Informasikan gips akan terasa hangat selama proses pemasangan sampai kering
-
Informasikan perlunya membatasi aktivitas selama masa pengeringan gips
-
Anjurkan tidak menggaruk kulit bawah gips
-
Anjurkan cara merawat gips
PERAWTAN
INKONTINENSIA FEKAL I.04162
DEFINISI
Mengidentifikasi
dan merawat pasien yang mengalami pengeluaran fases secara involunter (tidak
disadari)
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Identifikasi penyebab inkontinensia fekal maupun psikologi (mis. Gangguan saraf
motorik bawah,penurunan tonus otot, gangguan sfingter
rektum,diare,kronis,gangguan kognitif,setres berlenihan)
-
Identifakasi perubahan frekuensi defekasi dan kinsitensi fases
-
Monitor keadekuatan evakuasi feses
-
Monitor diet dan kebutuhan cair
-
Monitor efek samping pemberian obat
TERSPEUTIK
-
Bersihkan darah perianal dengan sabun dan air
-
Jaga kebersihan tempat tidur dan pakaian
-
Laksanakan program latihan usus (bowel training) jika perlu
-
Jadwalkan BAB di tempat tidur,jika perlu
-
Berikan celana pelindung/ perlak/popok,sesuai kebutuhan
-
Hindari makanan yang menyebabkan diare
EDUKASI
-
Jelaskan Definisi,jenis
inkontinensia, penyebab inkontinensia fekal
-
Anjurkan mencatat karakteristik fases
KOLOBORASI
-
Kolaborasi pemberian obat diare (mis. Loperamide,atropin)
PERAWATAN
INKONTINENSIA URINE I. 04163
DEFINISI
Mengindentifikasi
dan merawat pasien yang mengalami pengeluaran urine secara involuter (tidak disadari)
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Indentifikasi penyebab inkontinensia urine (mis. Disfungsi neurologis,gangguan
mendula spinalis,gangguan refleks destrusor, obat- obatan,usia,riwayat
operasi,gangguan fungsi kognitif)
-
Indentifikasi perasaan dan persepsi pasien terhadap inkontinensia urine yang
dialaminya
-
Monitor keefktifan obat,pembedahan dan terapi mobilitas berkemih
-
Monitor kebiasaan BAK
TERAOEUTIK
-
Bersihkan genital dan kulit sekitar secara rutin
-
Berikan pujian atas kebershian mencegah inkontinensia
-
Buat jadwal komsumsi obat – obatan
-
Ambil sempel urune untuk peeriksaan urine lengkap atau kultur
EDUKASI
-
Jelaskan Definisi ,jenis
inkontinensia,penyebab inkontinensia urine
-
Jelaskan program penanganan inkontinensia urine
-
Jelaskan jenis pemakaian dan lingkungan yang mendukung proses berkemih
-
Anjurkan membatasi konsumsi cairan selama 2-3 jam menjelang tidur
-
Anjurkan mamantau cairan keluar masuk serta pola eliminasi urine
-
Anjurkan minum minimal 1500cc/hari jika tidak kontraindikasi
-
Anjurkan menghindari kopi, minuman bersoda, teh dan coklat
-
Anjurkan konsumsi buah dan sayur untuk menghindari konstipasi
KOLABORASI
-
Rujuk ke ahli inkontinensia
PERAWATAN
INTEGRITAS KULIT I.11353
DEFINISI
Mengindentifikasi
dan merawat kulit untuk menjaga keutuhan, kelembaban dan mencegah perkembangan
mikroorganisme
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Indentifikasi penyebab gangguan integritas kulit (mis. Perubahan
dirkulasi,perubahan status nutrisi,penurunan kelembaban,suhu lingkungan
ekstrem,penurunan mobilitas)
TERAPEUTIK
-
Ubah posisi tiap 2 jam jika tirah baring
-
Lakukan pemijatan pada area penonjolan tulang,jika perlu
-
Bersihkan perineal dengan air hangat,terutama selama priode diare
-
Gunakan produk berbahan petrolium atau minyak pada kulit kering
-
Gunakan produk barbahan ringan/alami dan hipoalergik pada kulit sensitif
-
Hindari produk berahan dasar alkohol pada kulit kering
EDUKASI
-
Anjurkan menggunakan pelembab (mis.lotion,serum)
-
Anjurkan minum air yang cukup
-
Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
-
Ajurkan meningkatkan asupan buah dan sayur
-
Anjurkan menghindari terpapar suhu ekstrem
-
Anjurkan menggunakan tabir surya spf minimal 30 saat berada di rumah
-
Anjurkan mandi dan menggunakan sabun secukupnya
PERAWATAN
JANTUNG I.02075
DEFINISI
Mengindentifikasi,merawat
dan membatasi komplikasi akibat ketidak seimbangan anatara suplai dan konsumsi
miokard
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Indentifikasi tanda/gejala primer penurunan curah jantung (meliputi
dispnea,kelelahan,edema,ortopnea,paroxysmal noctumal dyspnea,peningkatan CVP)
-
Indentifikasi tanda/gejala sekunder penurunan curah jantung(meliputi
peningkatan berat badan, hepatomegali, distensi vena jugularis,palpitasi,
ronkhi basah,oliguria,batuk,kilit pucat)
-
Monitor tekanan darah (termasuk tekanan darah ortostatik,jika perlu)
-
Monitor intake dan output cairan
-
Monitor berat badan setiap hari pada watu yang sama
-
Monitor saturasi oksugen
-
Monitor keluhan nyeri dada(mis,intensitas,lokasi,radiasi,durasi presivitasi
yang mengurangi nyeri)
-
Monitor EKG12 sadapan
-
Monitor aritmia
-
Monitor nilai laboratorium jantung(mis. Elektrolit ,enzim jantung,BNP,NT
pro-BPN)
-
Monitor fungsi alat pemicu jantung
-
Periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah aktivitas
-
Periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum pemberian obat(mis. Beta
blocker,ACE inhibitor,calcium channel blocker,digoksin)
TERAPEUTIK
-
Posisikan pasien semi-fowler dan kaki kebawah atau posisi nyaman
-
Berikan diet jantung yang sesuai (mis. Batasi asupan kafein,natrium,kolesterol,dan
makanan tinggi lemak)
-
Gunakan stocking elastis atau pneumatik intermiten,sesuai indikasi
-
Fasilitasi pasien dan keluarga untuk modifikasi gaya hidup sehat
-
Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi stres,jika perlu
-
Berikan dukungan emosional dan spiritual
-
Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >94%
EDUKASI
-
Anjurkan beraktivitas fisik sesuai toleransi
-
Anjurkan beraktivitas fisik secara terhadap
-
Anjurkan berheti merokok
-
Anjurkan pasien dan keluarga mengukur berat badan harian
-
Anjurkan pasien dan kelurga pasien mengukur intake dan output carian harian
KOLABORASI
-
Kolaborasi pemberian antiaritmia jika perlu
-
Kolaborasi ke program rehabilitasi jantung
PERAWATAN
JANTUNG AKUT I. 02076
DEFINISI
Mengidentifikasi
dan mengelola pasien yang baru mengalami episode ketidakseimbangan anatara
ketersediaan dan kebutuhan oksigen miokard
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Identifikasi karakteristik nyeri dada( meliputi faktor pemicu dan
perada,kualitas,lokasi,radiasi,skala,durasi dan frekuensi
-
Monitor EKG 12 sadapan untuk perubahan ST dan T
-
Monitor aritmia (kelainan irama dan frekuensi)
-
Monitor elektrolit yang mendapat meningkatkan resiko aritmia (mis.
Kalium,magnesium serum)
-
Monitor enzim jantung (mis.CK,CK-MB,Troponin T,Troponin 1)
-
Monitor saturasi oksigen
-
Indentifikasi stratifikasi pada sindrom koroner akut (mis. Skor
TMI,killip,crusade)
TERAPEUTIK
-
Pertahankan tirah baring minimal 12 jam
-
Pasang akses intavena
-
Puaskan hingga bebas nyeri
-
Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi ansietas dan stres
-
Sediakan lingkungan yang kondusif untuk beristirahat dan pemulihan
-
Siapkan menajalani intervensi koroner perkutan,jika perlu
-
Berikan dukungan emisional dan spiritual
EDUKASI
-
Anjurkan segera melaporkan nyeri dada
-
Anjurkan menghindari manuver valsava (mis. Mengedan saat BAB atau batuk)
-
Jelaskan tindakan yang dijalani pasien
-
Anjurkan teknik menurunkan kecemasan dan kekuatan
KOLABORASI
-
Kolaborasi pemberian antiplatelet,jika perlu
-
Kolaborasi pemberian antiplatelet (mis. Nitrogliserin,beta blocker,calcium
chennel blocker)
-
Kolaborasi pemberian morfin,jika perlu
-
Kolaborasi pemberian intotropik ,jika perlu
-
Kolaborasi pemberian obat untuk mencegah manuver valsava (mis. Pelunak
tinja,antiemetik)
-
Kolaborasi pencegahan trombus dengan antikoagulan jika perlu
-
Kolaborasi pemeriksaan x-ray dada,jika perlu
PERAWATAN
JENAZAH I.O2O77
DEFINISI
Memberikan
perawatan bagi pasien yang telah meninggal
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Identifikasi budaya dan kepercayaan dalam penatalaksaan tubuh jenazah
TERAPEUTIK
-
Laporankan pada petugas terkait bahwa pasien telah meninggal (mis. Kepala
ruangan,supervisor
-
Rapatkan rahang dan tutup mata jenaza
-
Posisikan lengan berada di samping tubuh atau disedekapkan (disesuaikan dengan
agama atau kepercayaan yang dianut pasien)
-
Lepaskan objek-objek eksternal dari tubuh (mis.kateter urin kateter
intravena,sedapan monitor)
-
Bersihkan tubuh jenazah secara menyeluruh
-
Tutupi lubuh jenazah dengan kain bersih sampai kedagu atau kepala
-
Berikan dukungan emosional dan spiritual bagi keluarga
-
Berikan privasi jika keluarga ingin melihat jenazah pasien
-
Berikan label pada barang –barang pribadi jenazah
-
Pindahkan jenazah ke ruangan khusus atau ruang jenazah
-
Fasilitasi keluarga menjalani proses berduka
EDUKASI
-
Ajarkan melalui proses berduka secara bertahap,jika perlu
-
Jelaskan prosedur adminitrasi penyerahan jenazah dan/atau barang-barang jenazah
kepada keluarga
KOLABORASI
-
Kolaborasi dengan rohaniawan sesuai dengan kebijakan institusi,jika perlu
PERAWATAN
KAKI I.11354
DEFISINI
Mengidentifikasi
dan merawat kaki untuk kperluan relaksasi,kebersihan dan kesehatan kulit
TINDAKAN
OBSERVASI
-
Identifikasi perawatan kaki yang biasa dilakukan
-
Periksa adanya iritasi ,retak,lesi,kapalan, kelaianan bentuk,atau edema
-
Periksa adanya ketebalan kuku dan perubahan warna
-
Monitor tingkat kelembaban kaki
-
Monitor gaya berjalan dan distribusi berat pada kaki
-
Monitor kebersihan dan kondisi umum sepatu dan kaus kaki
-
Monitor neuropati perifer dengan tes monofilamen semmes weinstein
-
Monitor kadar gula darah atau nilai HbA 1c<7%
TERAPEUTIK
-
Keringkan sela-seka jari kaki
-
Berikan pelembab kaki,sesuai kebutuhan
-
Bersihkan dan /atau potong kuku,jika perlu
-
Lakukan perawatan luka sesuai kebutuhan
EDUKASI
-
Informasikan petingnya perawatan kaki
-
Ajarkan cara mempersiapkan dan memotong kuku
-
Ajarkan memakai sepatu dengan ukuran yang sesuai
-
Anjurkan pemberian bubuk penyerap pelembaban ,jika perlu
-
Anjurkan memeriksa bagian dalam sepatu sebelum di pasang
-
Ajurkan memonitor suhu kaki dengan menggunakan bagian belakang dari tangan
-
Anjurkan pentingnya pemeriksaan kaki,teutama saat sensasi berkurang
-
Anjurkan menghindari penekanan pada kaki yang mengalami ulkus dengan
menggunakan tongkat atau sepatu khusus
KOLABORASI
-
Rujuk podiarist untuk memotong kuku yang menebal,
Perawatan
Kanguru 1.14559
Definisi
Meiakukan
tindakan merawat bayi melalui kontak kulit ke kulit antara orang tua dan bayi
prematur yang sudah stabil.
Tindakan
Observasi
-
Monitor faktor orang tua yang mempengaruhi keterlibatannya dalam perawatan
Terapeutik
-
Pastikan status fisiologi bayi terpenuhi dalam perawatan
-
Sediakan lingkungan yang tenang, nyaman, dan hangat
-
Berikan kursi pada orang tua, jika perlu
-
Posisikan bayi telungkup tegak lurus di dada orang tua
-
Miringkan kepala bayi ke salah satu sisi kanan atau kiri dengan kepala sedikit
tengadah (ekstensi)
-
Hindari mendorong kepala bayi fleksi dan hiperekstensi
-
Biarkan bayi telanjang hanya mengenakan popok, kaus kaki dan topi
-
Posisikan Panggul dan lengan bayi dalam posisi fleksi
-
Posisikan bayi diamankan dengan kain panjang atau pengikat lainnya
-
Buat ujung pengikat tepat berada di bawah kuping bayi
Edukasi
-
Jelaskan tujuan dan prosedur perawatan kanguru
-
Jelaskan keuntungan kontak kulit ke kulit orang tua dan bayi
-
Anjurkan orang tua menggunakan pakaian yang nyaman dengan bagian depan terbuka
Perawatan
Kateter Sentral Perifer l.02078
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat kateter yang diinsersikan secara perifer untuk mengakses sirkulasi
sentral.
Tindakan
Observasi
-
Identifikasi kebutuhan penggunaan kateter (mis. pemberian obat yang mengiritasi
perifer)
-Identifikasi ukuran dan jenis kateter yang
sesuai
-
Identifikasi vena yang mudah diakses (mis, vena basilika atau sefalika)
-
Pastikan tidak ada kontraindikasi pemasangan (mis. vena tidak terlihat dan
teraba, infeksi atau hematom pada kulit, sepsis, perdarahan abnormal)
-
Monitor posisi ujung kateter dengan pemeriksaan sinar X
-
Monitor komplikasi (mis. perdarahan, kerusakan saraf atau tendon, dekompresi
jantung. distres pernapasan, atau emboli kateter)
- Monitor tanda-tanda flebitis (mis. nyeri,
kemerahan, kulit hangat dan edema)
Terapeutik
-
Tentukan penempatan ujung kateter (mis. vena kava superior, vena
bracheosefalikus, pembuluh darah aksilaris atau subklavia)
-
Posisikan terlentang dengan lengan sejajar tubuh
-
Ukur jarak penusukan kateter Siapkan daerah penusukan
-
Minta menoleh ke arah lengan tempat insersi dengan dagu menyentuh dada
-
Masukkan kateter dengan teknik steri
-
Sambungkan extention tube dan lakukan aspirasi
-
Bilas dengan menggunakan heparin dan nomal saline
-
Fiksasi kateter dengan menggunakan dressing transparan steril
-
Lakukan pelepasan kateter, sesuai indikasi
Edukasi
-
Jelaskan tujuan, manfaat dan risiko pemasangan kateter sebelum pemasangan
-
Anjurkan melaporkan tanda-tanda infeksi(mis. demam, menggigil, lokasi penusukan
kering)
Perawatan
Kateter Urine 1.04164
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat pasien yang menjalani kateterisasi u rine.
Tindakan
Observasi
-
Monitor kepatenan kateter urine
-
Monitor tanda dan gejala infeksi saluran kemih
-
Monitor tanda dan gejala obstruksi aliran urine
-
Monitor kebocoran kateter, selang dan kantung urine
-
Monitor input dan output cairan (jumlah dan karakteristik)
Terapeutik
-
Gunakan teknik aseptik selama perawatan kateter urine
-
Pastikan selang kateter dan kantung urine terbebas dari lipatan
-
Pastikan kantung urine diletakkan di bawah ketinggian kandung kemih dan tidak
dilantai
-
Lakukan perawatan perineal (perineal hygiene) minimal 1 kali sehari Lakukan
irigasi rutin dengan cairan isotonis untuk mencegah kolonisasi bakteri
-
Kosongkan kantung urine jika kantung urine telah terisi setengahnya
-
Ganti kateter dan kantung urine secara rutin sesuai protokol atau sesuai
indikasi
-
Lepaskan kateter urine sesuai kebutuhan
-
Jaga privasi selama melakukan tindakan
Edukasi
Jelaskan
tujuan, manfaat, prosedur, dan risiko sebelum pemasangan kateter
Perawatan
Kehamilan Risiko Tinggi 1.14560
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat ibu yang berisiko selama masa kehamilan sesuai standar pelayanan
yang telah ditetapkan.
Tindakan
Observasi
-
Identifikasi faktor rsiko kehamilan (mis. diabetes, hipertensi, lupus
eritmatosus, herpes, hepatitis, HIV, epilepsi)
-
Identifikasi riwayat obstetris (mis. prematuritas, postmaturitas, preeklampsia,
kehamilan multifetal, retardasi pertumbuhan intrauterine, abrupsi, plasenta
previa, sensitisasi Rh, ketuban pecah dini, dan riwayat kelainan genetik
keluarga)
-
Identifikasi sosial dan demografi (mis, usia ibu, ras, kemiskinan, terlambat
atau tidak ada perawatan prenatal, penganiayaan fisik, dan penyalahgunaan zat)
-
Monitor status fisik dan psikososial selama kehamilan
Terapeutik
-
Dampingi ibu saat merasa cemas
-
Diskusikan seksualitas aman selama hamil
-
Diskusikan ketidaknyamanan selama hamil
-
Diskusikan persiapan persalinan dan kelahiran
Edukasi
-
Jelaskan risiko janin mengalami kelahiran prematur
-
Informasikan kemungkinan intervensi selama proses kelahiran (mis. pemantauan
Janin elektronik intrapartum, induksi, perawatan SC)
-
Anjurkan melakukan perawatan diri untuk meningkatkan kesehatan
-
Anjurkan ibu untuk beraktivitas dan beristirahat yang cukup
-
Ajarkan cara menghitung gerakan janin
-
Ajarkan aktivitas yang aman selama hamil
-
Ajarkan mengenali tanda bahaya (mis. pendarahan vagina merah terang, perubahan
cairan ketuban, penurunan gerakan Janin, kontraksi sebelum 37 minggu, sakit
kepala, gangguan penglihatan, nyeri epigastrik, dan penambahan berat badan yang
cepat dengan edema wajah) Kolaborasi
-
Kolaborasi dėngan spesialis jika ditemukan tanda dan bahaya kehamilan
Perawatan
Kehamilan Trimester Kedua dan Ketiga 1.14561
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat ibu hamil pada minggu ke-14 sampai dengan kehamilan cukup bulan
(38-40 minggu).
Tindakan
Observasi
-
Monitor tanda-tanda vital
-
Timbang berat badan Ukur tinggi fundus
-
Periksa gerakan janin
-
Periksa denyut jantung janin
Terapeutik
-
Pertahankan postur tubuh yang benar
-
Lakukan perawatan kebersihan gigi dan mulut secara teratur
-
Jaga kuku tetap pendek dan bersih
-
Jaga kebersihan vulva dan vagina
-
Tinggikan kaki saat istirahat
-
Berikan kompres hangat dan dingin pada punggung
-
Libatkan keluarga untuk pemberian dukungan
Edukasi
-
Anjurkan menghindari kelelahan
-
Anjurkan menggunakan pakaian dalam berbahan katun dan tidak ketat
-
Anjurkan menggunakan bra yang menyokong
-
Anjurkan sepatu dan kaos kaki yang nyaman
-
Anjurkan posisi duduk atau berdiri terlalu lama dan menyilangkan kaki pada
lutut
-
Anjurkan latihan fisik secara teratur
-
Ajarkan teknik relaksasi
Kolaborasi
-
Kolaborasi pemeriksaan USG
-
Kolaborasi pemeriksaan laboratorium (mis. Hb, protein, glukosa)
-
Rujuk jika mengalami masalah atau penyulit kehamilan
Perawatan
Kehamilan Trimester Pertama 1.15562
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat ibu hamil pada minggu pertama sampai dengan minggu ke-13 kehamilan.
Tindakan
Observasi
-
Identifikasi faktor risiko kehamilan (mis. persalinan prematur, preeklampsia,
DM)
-
Identifikasi riwayat merokok, imunisasi masa kehamilan, penggunaan kontrasepsi
-
Identifikasi riwayat keluarga terhadap kelainan kongenital
-
Monitor tanda-tanda vital
-
Timbang berat badan
-
Ukur tinggi fundus
-
Periksa gerakan janin
-
Periksa denyut jantung janin
Terapeutik
-
Lakukan skrining depresi pada kehamilan
-
Lakukan perawatan gigi dan mulut secara teratur
-
Motivasi makan porsi kecil tetapi sering
-
Atur waktu istirahat di antara waktu aktivitas
-
Batasi masukan cairan sebelum tidur
Edukasi
-
Anjurkan tidak membiarkan perut kosong atau terlalu penuh
-
Anjurkan mengkonsumsi karbohidrat kering dengan minuman hangat saat bangun
tidur
-
Ajurkan menghindari makanan yang banyak mengandung lemak, gas, bumbu yang
merangsang mual
-
Anjurkan menghentikan kebiasaan merokok
-
Anjurkan menghindari aktivitas yang berlebihan
-
Anjurkan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur
-
Anjurkan melakukan pemeriksaan laboratorium (mis. Hb, glukosa, albumin, keton)
Kolaborasi
-
Kolaborasi pemeriksaan USG untuk menentukan usia kehamilan
Perawatan
Kenyamanan 1.08245
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat pasien untuk meningkatkan rasa nyaman.
TIndakan
Observasi
-
Identifikasi gejala yang tidak menyenangkan (mis. mual, nyeri, gatal, sesak)
-
Identifikasi pemahaman tentang kondisi, situasi dan perasaannya
-
Identifikasi masalah emosional dan spiritual
Terapeutik
-
Berikan posisi yang nyaman
-
Berikan kompres dingin atau hangat
-
Ciptakan lingkungan yang nyaman
-
Berikan pemijatan
-
Berikan terapi akupresur
-
Berikan terapi hipnosis
-
Dukung keluarga dan pengasuh terlibat dalam terapi/pengobatan
-
Diskusikan mengenai situasi dan pilihan terapi/pengobatan yang diinginkan
Edukasi
-
Jelaskan mengenai kondisi dan pilihan terapi/pengobatan
-
Ajarkan terapi relaksasi - Ajarkan latihan pemapasan
-
Ajarkan teknik distraksi dan imajinasi terbimbing
Kolaborasi
-
Kolaborasi pemberian analgesik, antipruritus, antihistamin, jika perlu
Perawatan
Kuku 1.11355
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat kuku agar bersih dan sehat serta tidak mengalami lesi kulit akibat
perawatan kuku yang tidak tepat.
Tindakan
Observasi
-
Monitor kebersihan dan kesehatan kuku
-
Monitor perubahan yang terjadi pada kuku
Terapeutik
-
Rendam kuku dengan air hangat
-
Fasilitasi pemotongan dan pembersihan kuku, sesuai kebutuhan
-
Bersihkan kuku dengan bahan alami (mis. air putih, lemon, belimbing wuluh)
-
Bersihkan bagian bawah kuku dengan alat bantu pembersih kuku
-
Oleskan minyak zaitun hangat pada kuku
-
Lembabkan daerah sekitar kuku untuk mencegah kekeringan
-
Fasilitasi mengoleskan cat kuku, jika perlu
Edukasi
-
Anjurkan memotong dan membersihkan kuku secara rutin
-
Anjurkan mengkonsumsi makanan kaya biotin (mis. susu, telur, kacang-kacangan)
Perawatan
Kulit Praoperasi 1.14563
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat kulit sekitar area operasi sebelum pelaksanaan operasi.
Tindakan
Observasi
-
Identifikasi kondisi kulit di area operasi (mis. ruam, abrasi, laserasi)
Terapeutik
-
Lakukan prosedur sedekat mungkin dengan waktu operasi
-
Buka pakaian pada area yang akan dioperasi sampai 30 cm di sekitar area yang
akan di insisi
-
Cukur rambut pada area operasi
-
Anjurkan melepas semua perhiasan
-
Bersihkan kulit dengan menggosokkan sabun atau klorheksidin
-
Gosok daerah kulit yang berlipat secara hati-hati
-
Bersihkan cat kuku
-
Keringkan area persiapan operasi dengan handuk bersih
Edukasi
-
Jelaskan prosedur untuk menurunkan ansietas
Perawatan
Lensa Kontak 1.06202
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat pasien yang menggunakan lensa kontak serta mencegah terjadinya
masalah akibat pengunakan lensa kontak
Tindakan
Observasi
-
Identifikasi tingkat pemahaman tentang perawatan lensa
-
Monitor adanya lesi dan ekimosis di area sekitar mata
Terapeutik
-
Cuci dan keringan tangan sebelum menyentuh lensa kontak
-
Gunakan lensa kontak yang sesuai dengan kebutuhan
-
Bersihkan dan rendam lensa kontak dengan cairan pembersih khusus untuk lensa
kontak
-
Gosok dengan lembut saat membersihkan lensa
-
Hindari penggunaan lensa kontak selama 24 jam tanpa pernah dilepas
Edukasi
-
Anjurkan merawat lensa kontak dengan benar, sesuai jenis lensa kontak
-
Anjurkan melepas lensa kontak sebelum tidur, mandi dan berenang
-
Anjurkan menghindari terpapar zat iritatif selama penggunaan kontak lensa (mis.
debu, asap, sabun, semprotan)
-
Anjurkan menggunakan kacamata proteksi UV atau pakai topi lebar jika sedang
berada di bawah panas terik matahari
-
Anjurkan melapor segera jika terjadi keluhan (mis. kemerahan, rasa sakit, robek
berlebihan, perubahan pada mata dan ketidaknyamanan)
Perawatan
Luka 1.14564
Definisi
Mengidentifikasi
dan meningkatkan penyembuhan luka serta mencegah terjadinya komplikasi luka.
Tindakan
Observasi
-
Monitor karakteristik luka (mis. drainase, warna, ukuran, bau)
-
Monitor tanda-tanda infeksi
Terapeutik
-
Lepaskan balutan dan plester secara perlahan
-
Cukur rambut di sekitar daerah luka, jika perlu
-
Bersihkan dengan cairan NaCl atau pembersih nontoksik, sesuai kebutuhan
-
Bersihkan jaringan nekrotik Berikan salep yang sesuai ke kulit/lesi, jika perlu
-
Pasang balutan sesuai jenis luka Pertahankan teknik steril saat melakukan
perawatan luka
-
Ganti balutan sesuai jumlah eksudat dan drainase
-
Jadwalkan perubahan posisi setiap 2 jam atau sesuai kondisi pasien
-
Berikan diet dengan kalori 30-35 kkal/kgBB/hari dan protein 1,25-1,5
g/kgBB/hari
-
Berikan suplemen vitamin dan mineral (mis. vitamin A, vitamin C, Zinc, asam
amino), sesuai indikasi
-
Berikan terapi TENS (stimulasi saraf transkutaneous), jika perlu
Edukasi
-
Jelaskan tanda dan gejala infeksi
-
Anjurkan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan protein
-
Ajarkan prosedur perawatan luka secara mandiri
Kolaborasi
Kolaborasi
prosedur debridement (mis. enzimatik, biologis, mekanis, autolitik), jika perlu
- Kolaborasi pemberian antibiotik, jika perlu
Perawatan
Luka Bakar 1.14565
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat luka akut dan luka kronik akibat trauma termal.
Tindakan
Observasi
-
Identifikasi penyebab luka bakar
-
Identifikasi durasi terkena luka bakar dan riwayat penanganan luka sebelumnya
-
Monitor kondisi luka (mis. persentasi ukuran luka, derajat luka, perdarahan,
warna dasar luka, infeksi, eksudat, bau luka, kondisi tepi luka)
Terapeutik
-
Gunakan teknik aseptik selama merawat luka
-
Lepaskan balutan lama dengan menghindari nyeri dan perdarahan
-
Rendam dengan air steril jika balutan lengket pada luka
-
Bersihkan luka dengan cairan steril (mis. Naci 0,9%, cairan antiseptik)
-
Lakukan terapi relaksasi untuk mengurangi nyeri
-
Jadwalkan frekuensi perawatan luka berdasarkan ada atau tidaknya infeksi,
jumlah eksudat dan jenis balutan yang digunakan
-
Gunakan modem dressing sesuai dengan kondisi luka (mis. hyrocolloid, polymer,
crystaline cellulose)
-
Berikan diet dengan kalori 30-35 kkal/KGBB/hari dan protein 1,25-1,5
g/kgBB/hari
-
Berikan suplemen vitamin dan mineral (mis. vitamin A, vitamin C, Zinc, asam
amino), sesuai indikasi
Edukasi
-
Jelaskan tanda dan gejala infeksi
-
Anjurkan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan protein
Kolaborasi
-
Kolaborasi prosedur debridement (mis. enzimatik, biologis, mekanis, autolitik),
jika pertu
-
Kolaborasi pemberian antibiotik, jika perlu
Perawatan
Luka Tekan 1.14566
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat luka akibat penekanan pada tonjolan tulang.
Tindakan
Observasi
-
Monitor kondisi luka (meliputi ukuran luka, derajat luka, perdarahan, warna
dasar luka, infeksi, eksudat, bau luka, kondisi tepi luka)
-
Monitor tanda dan gejala infeksi pada luka
- Monitor status nutrisi (mis. asupan kalori,
protein)
Terapeutik
-
Bersihkan kulit di sekitar luka dengan sabun dan air
-
Bersihkan luka bagian dalam dengan menggunakan NaCI 0,9%
-
Lakukan pembalutan pada luka, jika perlu Oleskan salep, jika perlu
-
Gunakan tempat tidur dan kasur khusus, jika pertu Pertahankan kepala tempat
tidur pada posisi terendah yang dapat ditoleransi
-
Jadwalkan perubahan posisi setiap 2 jam atau sesuai kondisi pasien
-
Berikan diet dengan kalori 30-35 kkalkgBB/hari dan protein 1,25-1,5 g/kgBB/hari
-
Berikan suplemen vitamin dan mineral (mis. vitamin A, vitamin C, Zinc, asam
amino), sesuai indikasi
Edukasi
-
Anjurkan melaporkan tanda-tanda kerusakan kulit
-
Anjurkan menghindari duduk dalam jangka waktu lama
-
Ajarkan prosedur perawatan luka
Kolaborasi
-
Kolaborasi prosedur debridement (mis. enzimatik, biologis, mekanis, autolitik),
jika perlu
-
Kolaborasi pemberian antibiotik, jika pertu
Perawatan
Mata I.06203
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat kesehatan mata serta mencegah terjadinya pembekakan pada mata.
Tindakan
Observasi
-
Monitor adanya kemerahan, eksudat, atau ulserasi
-
Monitor refleks kornea
Terapeutik
-
Tutupi mata untuk mencegah diplopia
-
Teteskan obat tetes mata, jika perlu
-
Oleskan salep mata. jika perlu
-
Plester kelopak mata agar tertutup, jika perlu
Edukasi
-
Anjurkan tidak menyentuh mata
-
Anjurkan tidak terpapar debu dan polusi
-
Anjurkan tidak terpapar dengan cahaya terang terlalu lama mis. televisi)
-
Anjurkan menghindan penggunaan lensa kontak lebih dan 19 jam
-
Anjurkan menghinduri membaca dengan pencahayaan redup
-
Anjurkan mengkonsumsi makanan kaya vitamin A
-
Anjurkan menggunakan kacamata proteksi UV atau pakai topi lebar jika bawah
panas terik matahari
Perawatan
Mulut I.11356
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat kesehatan mulut serta mencegah terjadinya komplikasi.
Tindakan
Observasi
-
Identifikasl kondisi umum (mis. kesadaran, alat bantu napas, hemodinamik,
gangguan koagulan. penggunaan obat antikoagulan. gigi palsu)
-
Identifikasl kondisi oral (mis. luka, karies gigi, plak, sariawan, tumor)
-
Monitor kebersihan mulut. lidah dan gusi
Terapeutik
-
Pilih sikat gigi sesuai dengan kondisi pasien
-
Hindari merawat mulut dengan sikat gigi jika mengalami trombositopenia
-
Posisikan semi-Fowler atau Fowler
-
Dekatkan alat-alat dalam jangkauan untuk melakukan perawatan mulut mandiri
-
Fasilitasi menyikat gigi secara mandiri
-
Bersihkan gigi palsu secara terpisah
-
Sikat gigi minimal 2 kali sehari
-
Sikat gigi dan arah gusi ka ke masing-masing gigi atas dan bawah
-
Gunakan atat suction untuk menghisap cairan saliva di mulut pada pasien
penurunan kesadaran
-
Gunakan cairan chiorhexidino atau sesuai kebijakan institusi
-
Gunakan benang untuk mengangkat plak yang tidak dapat dijangkau sikat gigi
-
Berslhkan alat-alat yang telah dipergunakan
Edukasi
-
Jelaskan prosedur tiridakan pada pasien dan keluarga
-
Anjurkan mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan
-
Anjurkan melakukan pemeriksaan gigi setiap 6 bulan
Perawatan
Neonatus I.03132
Definsi
Mengidentifikasi
dan merawat bayi setelah lahir sampai usia 28 hart.
Tindakan
Observasi
-
Identifikasi kondisi awat bayi setelah lahir (mis. kecukupan bulan, air ketuban
jernih atau bercampur mekonium. menangis spontan, tonus otot)
-
Monitor tanda vital bayi (terutama suhu)
Terapeutik
-
Lakukan inisiasi menyusui dini (IMD) segera setelah bayi lahir
-
Berikan vitamin K 1 mg intramuskuler untuk mencegah perdarahan
-
Mandikan salama 5-10 menit, minimal sekali sehari
-
Mandikan dengan air hangat (36-37°C)
-
Gunakan sabun yang mengandung provitamin B5
-
Oleskan baby oil untuk mempertahankan kelembaban kulit
-
Rawat tali pusat secara terbuka (Lidak dibungkus)
-
Bersihkan tali pusat dengan air steril atau air matang
-
Kenakan pakaian dan bahan katun
-
Selimuti untuk mempertahankan kehangatan dan mencegah hipotermia
-
Ganti popok segera jika basah
Edukasi
-
Anjurkan tidak membubuhi apapun pada tali pusat
-
Anjurkan ibu menyusui bayi setiap 2 jam
-
Anjurkan menyendawakan bayi setelah disusul
-
Anjurkan Ibu mencuci tangan sebelum menyentuh bayi
Perawatan
Neurovaskuler I.06204
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat pasien yang gangguan sensasi dan sirkulasi pada ekstremitas.
Tindakan
Observasi
-
Monitor perubahan wama kulit abnormal (mis. pucat, kebiruan, keunguan,
kehitaman)
-
Monitor suhu ekstremitas (mis. panas, hangat, dingin)
-
Monitor keterbatasan gerak ekstremítas (mis. aktif tanpa nyeri, aktif disertai
nyeni, pasif tanpa nyeri, pasif disertal nyeri)
-
Monitor perubahan sensasi ekstemitas (mis. penuh, parsial)
-
Monitor adanya pembengkakan
-
Monitor perubahan puisasi ekstremitas (mis. kuat, lemah, tidak teraba)
-
Monitor capillary refill time
-
Monitor adanya nyeri
-
Monitor tanda-tanda vital
-
Monitor adanya tanda-tanda sindrom kompartemen
Terapeutik
-
Elevasikan ekstremitas (tidak melebihi level jantung)
-
Pertahankan kesejajaran (align ment) anatomis ekstremitas
Edukasl
-
Jelaskan pentinggnya melakukan pemantauan neurovaskuler
-
Anjurkan rnenggerakkan ekstremitas secara rutin
-
Anjurkan melapor jika monemukan perubahan abnormal pada pemantauan
neurovaskuler
-Ajarkan
cara melakukan pemantauan neurovaskuler
-Ajarkan
latihan rentang gerak pasif/aktif
Perawatan
Pasca Seksio Sesaria I.14567
Definisi
Mengidentifikasi
dan memberikan asuhan pada pasca persalinan seksio sesaria.
Tindakan
Observasi
-
ldentifikasi riwayat kehamilan dan persalinan
-
Monitor tanda-tanda vital ibu
-
Monitor respon fisiologis (mis. nyeri, perubahan uterus, kepatenan jalan napas
dan lokia)
-
Monitor kondisi luka dan balutan
Terapeutik
-
Diskusikan perasaan, pertanyaan dan perhatian pasien terkait pembedahan
-
Pindahkan pasien ke ruang rawat nifas
-
Motivasl mobilisasi diri 6 jam
-
Fasilitasi kontak kulit ke kulit dengan bayi
-
Berikan dukungan menyusul yang memadai,jika memungkfnkan
Edukasi
-
Informasikan pada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu dan bayi
-
Ajarkan latihan ekstremitas, perubahan posisi. batuk dan napas dalam
-
Anjurkan ibu cara menyusui. jika memungkinkan
-
Anjurkan ibu mengkonsumsi nutnsi TKTP
Perawatan
Pascaanetesi I.06205
Definisi
Mengidentifekasl
dan merawat pasien setelah menjalani anestesi general atau regional.
Tindakan
Observasi
-
Monitor fungsi respirasi (mis. kepatenen jalan napas. frekuensi napas dan
saturasi oksigen)
-
Monitor fungi kardiovaskuler (mis. frekuensi nadi, tekanan darah dan EKG)
-
Monitor fungsi neurovaskuler (mis. pulsasi, motorik, sensorik)
-
Monitor status mental (mis. tingkat kesadaran)
-
Monitor suhu tubuh
-
Monitor nyeri
-
Monitor status cairan
-
Monitor mual dan muntah
-
Monitor haluaran dan pengosongan urine
-
Monitor drainase dan perdarahan
Terapeutik
-
Berikan privasi, sesual kebutuhan
-
Sesuaikan ketinggian tempat tidur, sesuai kebutuhan
-
Hangatkan tubuh pasien (mis. selimut penghangat elektrik, selimut kain) untuk
mencegah hipotermia dan menggigil, sesuai kebutuhan
-
Berikan stimulasi verbal atau taktil, jika perlu
-
Lakukan pengokangan (restrain), jika perlu
-
Berikan dukungan emosional kepada pesien dan keluarga. jika perlu
-
Dapatkan laporan dan perawat kamar bedah dan penata/dokter anestesi
-
Berikan oksigen
Edukasl
-
Latih teknik napas dalam dan batuk
Kolaborasl
-
Kolaborasl pembertan antiemetik
-
Kolaborasl pemberian meperidine untuk pencegahan menggigil pascaanastesi
Perawatan
Pascapersalinan I.0725
Definisi
Mengidentifikasi
dan merawat Ibu segera setelah melahinian sampa dengan enam mínggu.
Tindakan
Observasi
-
Monitor tanda-tanda vital
-
Monitor keadaan lokia (mis. warna, jumlah. bau dan bekuan)
-
Periksa perineum atau robekan (kemerahan, edema, okimosis, pengeluaran,
penyatuan jahitan)
-
Monitor nyeri
-
Monitor status pencemaan
-
Monitor tanda Homan
-
Identifikasi kemampuani¡bu merawat bayi
-
ldentiflkasl adanya masalah adaptasi psikologis ibu postpartum
Terapeutik
-
Kosongkan kandung kemih sebelum pemeriksaan
-
Masase fundus sampal kontrakal kuat, jika perlu
-
Dukung ibu untuk melakukan ambulasi dini
-
Borikan kenyamanan pada ibu
-
Fasilitasi ibu berkemih secara normal
-
Fasilitasi ikatan tali kasih ibu dan bayi secara optimal
-
Diskusikan kebutuhan aktivitas dan istirahat selama masa postpartum
-
Diskusikan tentang perubahan fisik dan psikologis ibu postpartum
-
Diskusikan seksualitas masa postpartum
-
Dlskusikan penggunaan alat kontrasepsi
Edukasi
-
Jelaskan tanda bahaya nifas pada ibu dan keluarga
-
Jelaskan pemeriksaan pada ibu dan bayi secara rutin
-
Ajarkan cara perawatan perineum yang tepat
-
Ajarkan ibu mengatasi nyeri secara nonfarmakologis (mis. teknik distraksi,
imajinasi)
-
Ajarkan ibu mengurangi masalah trombosis vena
Kolaborasi
-
Rujuk ke konselor laktasi, jika perlu
No comments:
Post a Comment